Pendakian Sindoro via kledung 3153 mdpl Smaratungga Pecinta Alam

Pendakian Sindoro via kledung
3153 mdpl

Hari Raya Waisak 2019 akan segera tiba. Mahasiswa Pecinta Alam (STUPA) STIAB Smaratungga akan melakukan ekpedisi pengibaran bendera Merah Putih, Bendera Buddhist dan Bendera STUPA di Gunung Mahameru untuk menyambut perayaan Waisak 2563 EB/2019. Seperti yang mereka telah lakukan pada tahun 2017 di Gunung Sindoro Wonosobo. Berikut penggalan cerita dari salah satu anggota STUPA yang ikut serta mengibarkan Bendera untuk menyambut Hari Raya Waisak
Wahyu Triwido – Gunung sindoro merupakan salah satu gunung yang aktif di pulau jawa. Gunung sindoro terletak antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Sindoro mempunyai beberapa jalur pendakian, salah satu jalur yang menjadi faforit para pendaki dan yang akan saya lalui pada kali ini yaitu jalur Kledung Temanggung. Letak basecamp ini ya tentunya di Kledung Temanggung perbatasan dengan Wonosobo. Jalur ini juga dekat dengan jalur Sumbing via Wonosobo yang hanya berjarak 1 km dari bascame Sidoro via Kledung. Gunung Sindoro adalah gunung ke 8 yang saya daki. Untuk ke 15 kalinya saya melakukan
pendakian gunung. Yah karna beberapa gunung saya daki berkali kali seperti Gunung Ungaran 7 kali pendakian, Gunung Merapi 7 kali pendakian, dan Gunung Merbabu, Lawu, Sumbing, Andong, dan Gunung Prau yang masing-masing sekali pendakian. Tapi meskipun sudah 7 gunung yang pernah saya daki tapi ini untuk pertama kalinya saya menuliskan pengalaman selama pendakian, ya gunung ke 8 Sindoro pendakian yang menurut saya istimewa maka perlu saya tuliskan dalam perjalanan pendakian saya ini.

Keistimewaan pendakian Sindoro karna pendakian kali ini yang pertama untuk menyambut bulan Tri Suci Waisak 2561 BE / 2017. Pendakian ini juga sangat istimewa karna pendakian ini bersama teman-teman kampus yang tergabung dalam STUPA (Smaratungga Pecinta Alam) mereka ialah Danang, Sutriono, Indrayani, Duwi, Linda, Pundarika, Arip dan Han. Pendakian ini juga saya persembahkan buat kamu, kamunya siapa aku sendiri juga gak tahu. Yang jelas Sunrise yang terbit di puncak Sindoro takkan seindah tanpa kau disampingku.

Perjalanan dimulai dari Kos saya Bates Ampel Boyolali, kita berangkat menggunakan kendaraan sepeda motor. Kita berangkat tepat pukul 08:00 pagi sampai di basecamp jam 10:30. Perjalanan menuju bascame lumayan menghabiskan waktu karna ada suatu kendala ketika sampai di Pringsurat Temanggung harus berhenti 30 menit untuk memperbaiki rantai
motor CB saya yang putus. Sesampainya di Basecamp Kledung kami segera ke pelayanan untuk mendaftarkan diri dan membayar tarif pendakian 10.000 rupiah per orang. Setelah itu kami semua mencari makan siang yang terletak di sekitar Basecamp. Setelah makan kami beristirahat sebentar dan siap-siap untuk memulai pendakian. Tepat pukul 12:30 kami
memulai pendakian. Pendakian dari Basecamp menuju ke pos 1 kami tempuh sekitar 1.5jam. Sebenarnya dari Basecame ke Pos 1 ada jasa ojek tetapi kami memutuskan untuk berjalan kaki karna kami kira dari basecamp ke pos 1 dekat tetapi ternyata lumayan jauh dan lumayan
menguras tenaga hehehe.

Sampai di pos 1 kami beristirahat sebentar dan melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 1. Dari pos 1 sampai pos 2 treknya lumayan enak tetapi karna namanya muncak rame rame
dan membawa teman cewek jadi perjalanan lumayan panjang. Tapi meskipun sama cewek mereka semua bersemangat untuk mencapai puncak dan semangat itu yang membuat saya juga semangat untuk lanjut dan mengajak mereka lain kali ketika muncak gunung lagi. Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 sekitar 2 jam. Sesampainya kita di Pos 2 kami beristirahat
kembali sambil menikmati indahnya panorama Gunung Sumbing yang sangat indah di depan kami. Rasa capekpun mulai menghilang, kami melanjutkan pendakian ke pos 3. Pendakian ke pos 3 makin menguras tenaga. Jalur yang semakin menanjak membuat kami sebentar sebentar berhenti untuk beristirahat dan minum air untu menambah stamina kami. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 selama 2 jam. Sesampainya di pos 3 karna tempat cam udah penuh maka kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan selama 15 menit sampai akhirnya kami menemukan tempat camp untuk mendirikan tenda. Kami memutuskan untuk mendirikan tenda karna sesuai intruksi pengelola basecamp untuk tidak mendirikan tenda di pos 4 atau di puncak karna sangat brrbahaya dan angin di atas juga terlalu kencang. Setelah selesai mendirikan tenda kita langsung memasak air untuk membuat kopi dan membuat masakan untuk kami makan. Sesudah itu kami berdiskusi saling obrol dan curhat sebelum akhirnya kami tidur untuk memulihkan tenaga. Tepat pukul 02:00 pagi kami bangun dan bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Tepat pukul 02:30 kami mulai berjalan menyelusuri hutan belukar untuk sampai di pos 4. Perjalanan menuju pos 4 lumayan terjal dan menguras tenaga. Sekitar 2 jam kami sampai di pos 4. Perjalanan dari pos 4 ke puncak kami tempuh selama 2 jam. Perjalanan yang lumayan lama dari waktu normalnya yang hanya 1 jam. Perjalanan ini kami mulai merasakan capek. Ada niat dari teman teman untuk menyudahi pendakian ini. Tapi karna saya sendiri ingin sampai puncak akhirnya saya harus menyemangati teman teman untuk tetap melanjutkan perjalanan karna di puncak Sindoro Vie nya sangat bagus. Betuntuk saat itu ada ibu ibu dan anak kecil yang juga semangat mendaki. Kedua orang itu saya jadikan alasan untuk menyemangati teman teman saya. Belum sampai puncak sindoro kami sudah disuguhi pemandaangan yang sangat indah yaitu Sunrise. Ya meskipun Sunrise yang terbit takkan seindah tampa kamu
disini. Kamu nya siapa aku juga gak tahu. Akhirnya dengan rasa senang kami sampai di puncak pukul 06:30. Saya pun merasa puas karna akhinya saya bisa mempersembahkan pendakian ini untuk menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2561 BE / 2017. Di puncak ini juga kami bisa menginarkan bendera kebanggaan kami bendera STUPA. Tapi yang sanggat saya sesalkan saya tidak bisa mengibarkan bendera Buddhis dan bendera Metah Putih karna benderanya tertinggal dirimah. Tapi gak apa lah yang penting kami semangat untuk menyambut bulan Tri Suci Waisak 2561 BE / 2017. Setelah kami berfoto ria saya berencana untuk memutari kawah menuju alun-alun puncak singoro, tapi karna teman teman tidak ada
yang mau ya akhirnya saya gak jadi dan akhinya kami pun turun sebelum jam 12 siang. Karna kita tidak diperbolehkan di puncak sindoro lebih dari jam 12 siang. Karna bau belerang yang berbahaya buat pernapasan.

Jam 11:00 kami turun menuju pos tenda. Sampai tenda kami beristirahat sambil membuat makanan dan kopi. Selesai istirahat kami beres beres tenda dan melanjutkan perjalanan turun
ke basecamp. Sèelesai…..

Wahyu Triwido, KarunaAdventure, Blog : http://karunaadventure.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *